Kaca belakang taksi Blue Bird dengan no seri LR2014 dan P2079 ini pecah dilempar.
Mereka pun sempat membakar ban sehingga lalu lintas macet. Aksi unjuk rasa ini terjadi karena para sopir menuntut pihak Stasiun Gambir mengizinkan mereka kembali bisa beroperasi di sekitar stasiun Gambir.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Slamet menjelaskan, biasanya dalam sehari dia bisa dapat Rp 50 sampai Rp 60 ribu. Namun, saat ini hanya Rp 20 ribu, yang didapatnya.
"Alasan Stasiun Gambir tidak ada tempat, padahal luas sekali. Kalau harus bayar kontrak Rp 7 juta pertahun kita tidak mampu," terang Slamet.
Setelah puas menggelar aksi, sekitar pukul 22.00 WIB para supir ini menghentikan aksinya. Mereka pun melakukan konsolidasi di kantor yang kini dijadikan markas Bendera tersebut. Arus lalu lintas pun kembali normal. (rdf/rdf)











































