"Saya merasa pidato SBY di depan parlemen Australia yang menyebutkan bahwa Dulmatin sudah tertangkap di Indonesia itu adalah hal yang wajar," kata pendiri HIJ'D Institute, Suhendra Ratu Prawiranegara, dalam jumpa persnya kepada wartawan di Jakarta, Rabu (10/3/2010).
Menurut Suhendra, dalam tataran pemerintahan, jika seorang kepala negara pergi keluar negeri melakukan tugas kenegaraan, ada wakil presiden yang bisa memberikan keterangan pada masyarakat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Suhendra menambahkan, pihaknya sangat mengapresiasi kinerja Polri, karena telah bersusah payah menangkap Dulmatin meskipun dalam keadaan tewas.
"Kinerja Polri patut kita acungi jempol, meski dalam penyergapan teroris tersebut Dulmatin tidak bisa ditangkap hidup-hidup," jelasnya.
Menurut Suhendra, dengan tertangkapnya Dulamatin akan memberikan ruang gerak kepada teroris lainya lebih sempit. Namun, pergerakan teroris di Indonesia harus diwaspadai bersama.
Suhendra tidak sepakat bila penangkapan teroris kemarin ada kaitannya dengan pengalihan kasus bank Century dan kedatangan Presiden AS Barrack Obama ke Indonesia.
"Penangkapan teroris ini bukan pengalihan isu Bank Century. Karena, teroris sudah lama ada di Indonesia. Sedangkan kasus Bank Century baru belakangan ini," tegasnya.
Oleh karena itu, bila ada pihak yang mengatakan penangkapan teroris ini merupakan pengalihan isu Bank Century orang tersebut terlalu naif dan tidak menghargai kinerja Polri. "Seluruh rakyat Indonesia patut bangga dengan kinerja Kepolisian belakangan ini yang sudah bisa menangkap teroris," pungkasnya. (zal/rdf)











































