"Dari rangkaian operasi sampai dengan hari ini yang di Aceh, dapat ditangkap 21 orang," kata Kapolri Jendral Bambang Hendarso Danuri dalam jumpa pers di Rupatama Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Jakarta, Rabu (10/3/10).
Sedangkan, untuk operasi lanjutan di wilayah luar NAD, terdapat 2 orang yang ditangkap pada Senin (8/3). "Itu khusus untuk yang memasok dan kemudian 7 (orang) kemarin (Selasa 9 Maret) yang juga kami jelaskan satu persatu," jelasnya.
Akan tetapi dalam rinciannya atas tersangka teroris yang ditangkap, Kapolri hanya menyebutkan 20 nama. Berikut 20 nama itu:
1. Sapta Adi Bin Robert Bakri alias Ismet Hakiki alias Syailendra (40), asal Pandeglang. Terlibat bom di Australia tahun 2004, lulusan Mindanao;
2. Yudi Zulfahri alias Bara (27), Aceh Besar. Dia direkrut pertama kali dan
memfasilitasi kelompok ini masuk ke Aceh untuk latihan di sana;
3. Zaki Rahmatullah alias Abu Jahid asal Pandeglang;
4. Masykur Rahmat bin Mahmud (21), asal Aceh Jaya, tertembak di kaki dan tidak meninggal;
5. Surya alias Abu Semak Belukar, asal Aceh;
6. Azam alias Imanudin, asal Aceh;
7. Heru asal Lampung, dari Wonogiri;
8. Muchtar asal Tanah Abang, Jakarta;
9. Agus Kasdianto alias Hasan alias Nasim asal Depok;
10. Deni Suhendra alias Faris asal Kerawang;
11. Adi Munadi alamat Bandung tapi pengiriman dari Kalimalang Jakarta;
12. Laode Afif alias Adit alias Abu Hazwa dari Rawamangun;
13. Deni Sulaiman alias Sule asal Lampung;
14. Adam alias Ade asal Pandeglang Banten. Belum ada fotonya;
15 Sofyan Tasauri asal depok. Pernah mendirikan sekolah untuk pelatihan menembak di Depok, beberapa tahun lalu. Sofyan adalah pemasok senjata dan sedang didalami (oleh Polri);
16. Sutrisno;
17. Tatan;
18. Abdi;
19. Iwan Suka Abdullah MD, ditangkap tanggal 3 Maret di Aceh Besar;
20. Marzuki alias Tengku asal Aceh, ditemukan mati tertembak.
(amd/nrl)











































