2 Kali Pidato di Parlemen Australia, 2 Kali SBY Umumkan Dulmatin Tewas

Laporan dari Australia

2 Kali Pidato di Parlemen Australia, 2 Kali SBY Umumkan Dulmatin Tewas

- detikNews
Rabu, 10 Mar 2010 16:20 WIB
2 Kali Pidato di Parlemen Australia, 2 Kali SBY Umumkan Dulmatin Tewas
Canberra - Hari ini, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dua kali berpidato di hadapan parlemen Australia yang juga dihadiri Perdana Menteri Kevin Rudd. Dua kali pula SBY mengumumkan bahwa Indonesia telah berhasil melumpuhkan teroris yang paling dicari di Asia Tenggara, Dulmatin.

Pidato pertama SBY disampaikan di hadapan ratusan undangan makan siang yang mayoritas adalah para anggota parlemen, Rabu (10/3/2010). Dalam pidato yang berlangsung cair tersebut, SBY menggunakan bahasa Indonesia dan Dino Patti Djalal sebagai penerjemah. Demikian dilaporkan reporter detikcom Anwar Khumaini.

Nah, dalam kesempatan inilah di akhir pidato SBY mengumumkan Dulmatin telah dilumpuhkan. Ratusan hadirin pun melakukan standing applause. Hadirin sedari awal sering tertawa dan bertepuk tangan. Hal ini karena pidato SBY yang cukup menghibur.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Usai sambutan di acara makan siang di parlemen, SBY kembali berpidato di hadapan parlemen Australia. Namun dalam acara ini juga dihadiri oleh para pelajar Australia dan masyarakat Indonesia yang tinggal di negara Kangguru tersebut. Namun dalam pidato kedua, SBY menggunakan teks dalam bahasa Inggris.

Di pidato keduanya ini, SBY juga mengumumkan bahwa Indonesia dalam waktu yang tidak terlalu lama telah melumpuhkan dua gembong teroris yakni Noordin M Top dan M Azahari. "Dan kemarin, polisi Indonesia berhasil menangkap teroris yang paling dicari di Asia Tenggara, Dulmatin," papar SBY.

Dalam pidatonya yang kedua ini, SBY juga mendapatkan banyak tepuk tangan. Bahkan di akhir pidatonya, dia juga mendapatkan standing applause dari hadirin. Namun tidak semeriah saat pidato pertamanya.

Usai berpidato  yang kedua, SBY dan rombongan langsung terbang ke Sydney. Di Sydney, SBY akan menggelar serangkaian acara di antaranya bertemu dengan warga Indonesia dan melakukan pertemuan bisnis dengan pengusaha Australia.

(anw/nrl)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini