Dalam keterangan pers di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Jakarta, Kapolri Jenderal Pol Bambang Hendarso Danuri menggunakan foto-foto jenazah dan foto profil buronan keluaran Kepolisian Filipina.
"Ini dari polisi Filipina," kata Kapolri menjelaskan foto yang ditulisi 'Terrorist' dan 'Murderer', Rabu (10/3/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Diduga kuat foto yang tidak diperlihatkan adalah foto Umar Patek. Sebab, Kepolisian Filipina memang mengeluarkan sepasang foto dengan format, warna dan tampilan sama yaitu foto Dulmatin dan Umar Patek. Umar Patek alias Mike dihargai Rp 9,3 miliar (US$ 1 juta) oleh pemerintah AS.
Kapolri menjelaskan jajarannya akan terus melakukan perburuan. Dia berterima kasih atas kerja sama masyarakat terutama di Provinsi NAD dalam memberantas terorisme kali ini.
"Tentu rangkaian kegiatan kami belum selesai. Untuk itu saya sebagai Kapolri mengucapkan terima kasih kepada masyarakat," ujarnya.
(fay/nrl)











































