"Ada yang melakukan kontak dengan dia 2 bulan lalu, biasanya dia pakai nomor luar negeri, tapi sekarang pakai nomor dalam negeri," terang sumber detikcom yang enggan disebutkan namanya saat ditemui di Jakarta, Rabu (10/3/2010).
Alasan kuat, Dulmatin, Umar Patek, dan rekannya Heru Kuncoro pergi dari Filipina, karena di sana tengah gencatan senjata. Selain itu tiga serangkai ini kehabisan logistik untuk pembiayaan pasukan mereka.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Umar Patek seperti halnya Dulmatin memiliki keahlian merakit bom dan persenjataan. "Dia memang tidak akan bersama dengan Dulmatin di tempat yang sama, tapi lokasinya tidak mungkin berjauhan," tutup sumber itu.
Seperti halnya Dulmatin, Umar Patek juga merupakan salah satu buronan internasional. Dia dihargai US$ 1 juta, dia merupakan salah satu otak bom Bali I.
"Dia yang membeli perlengkapan untuk bom," terang sumber itu.
(ndr/asy)











































