"Tidak ada kaitannya dengan janji akan diberikan apa. Ini panggilan tugas," kata Kapolri Jenderal Bambang Hendarso Danuri (BHD).
Hal itu disampaikan BHD dalam jumpa pers soal penggerebekan teroris Pamulang di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta, Rabu (10/3/2010).
BHD ditanya apakah uang senilai Rp 93 miliar yang dijanjikan AS tersebut akan menjadi milik Polri atau tidak. "Hadiah untuk Keadilan" itu dijanjikan pemerintah AS menyusul kematian sejumlah warganya dalam bom Bali 2002.
Selain Dulmatin, AS juga menghargai anak buah Dulmatin yaitu Umar Patek dengan harga US$ 1 juta atau Rp 9,3 miliar.
(ken/nrl)











































