"Tiga tersangka tewas di Jakarta (Pamulang-red). Jenazah 002 itu Ridwan, pengawal yang bersangkutan (Dulmatin) dan nomor 003 adalah Hasan Nour, pengawal yang bersangkutan juga," kata Kapolri Jenderal Bambang Hendarso Danuri (BHD).
Hal itu dikatakan BHD dalam jumpa pers di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Jaksel, Rabu (10/3/2010).
Sementara jenazah ketiga adalah gembong teroris yang menjadi DPO Indonesi, Amerika Serikat, Australia dan Filipina. "Jenazah nomor 001 itu 100 persen dengan tingkat kemungkinan kekeliruan 1:100.000 triliun ini adalah betul bahwa benar-benar Dulmatin alias Yahya alias Mansyur alias Joko Pitono," kata BHD.
Sementara itu seorang pengawal Dulmatin, Syaiful Siregar alias Abu Haikal, juga tertembak. Namun pria tersebut tidak tewas.
(ken/nrl)











































