Jakarta - Kapolri Jenderal Bambang Hendarso Danuri (BHD) memastikan salah satu tersangka teroris yang tewas di Pamulang adalah Dulmatin. Kepastian itu diperoleh setelah Polri melakukan tes DNA pada jenazah laki-laki tersebut.
"Jenazah nomor 001 itu 100 persen dengan tingkat kemungkinan kekeliruan 1:100.000 triliun ini adalah betul bahwa benar-benar Dulmatin alias Yahya alias Mansyur alias Joko Pitono," kata BHD.
Hal itu disampaikan BHD dalam jumpa pers di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Rabu (10/3/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara dua teroris lain yang meninggal adalah pengawal Dulmatin. Mereka adalah Ridwan dn Hasan Nur. "Jenazah nomor 003 itu Ridwan, pengawal yang bersangkutan (Dulmatin) dan 003 adalah Hasan Nur, pengawal juga," katanya.
(ddt/nrl)