Hal tersebut diketahui dari data yang diberikan Istiada, istri Dulmatin, saat mengurus kepindahannya dari Pemalang ke Dusun Tulakan RT 03 RW 06, Desa Godog, Polokarto, Sukoharjo, Jateng. Dalam data tersebut di jelaskan bahwa keenam anaknya akan ikut pindah bersamanya.
Keenam anak tersebut adalah Adibah Sholikah (perempuan), lahir di Pemalang pada 21 Nopember 1996, tidak tamat SD. Anak kedua adalah Ikrimah Sholih (laki-laki), lahir di Pemalang 6 Januari 1998, tidak tamat SD. Anak ketiga Usamah Muhamad (laki-laki), lahir di Pemalang 4 Februari 1999, tidak tamat SD. Anak keempat adalah Haidar Khotob (laki-laki), lahir di Pemalang, 17 Oktober 2000, tidak sekolah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sedangkan anak bungsu atau keenam adalah Nusaibah (perempuan), yang lahir di Mindanao 10 Oktober 2003. Saat itu Dulmatin sekeluarga memang tinggal di tempat tersebut untuk menghindari pengejaran polisi Indonesia. Istiada dan anak-anaknya tertangkap polisi Philipina pada Oktober 2006 dan selanjutnya dideportasi ke Indonesia.
(mbr/djo)











































