"Mereka keluar (dari Mindanao) bareng-bareng, tapi jalannya sendiri-sendiri," kata analis terorisme Mardigu WP pada detikcom, Rabu (10/3/10).
Lalu di manakah mereka kini? "Saya belum bisa ngomong, tapi sudah dekat," jawabnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dulmatin dan kawan-kawan sebelumnya diduga bersembunyi di Mindanao, Filipina. Hingga pada akhirnya Dulmatin didor Densus 88 di Multiplus Pamulang pada Selasa (9/3).
Dulmatin adalah buronan kelap kakap pemerintah Indonesia, Australia, Filipina dan AS. AS bahkan mengganjarnya dengan hadiah 10 juta dolar atau setara Rp 93 miliar. Sedangkan Umar Patek 'hanya' 1 juta dolar atau Rp 9,3 miliar. (amd/nrl)











































