"Pas liat TV kalo dibilang semuanya laki-laki, kami kaget juga. Karena yang kami lihat korban yang dibonceng memakai penutup kepala menyerupai perempuan," ujar Wahid (40), saksi penembakan, kepada detikcom, Rabu (10/3/2010).
Wahid yang rumahnya berada di Gang Asem mengatakan, sebelum penembakan ada dua orang yang berboncengan di atas motor. Yang membawa motor pria, dan yang dibonceng memakai penutup kepala warna hitam, dan menutup mukanya seperti cadar.
Saat mereka ditembak Densus 88, menurut Wahid, orang yang dibonceng meloncat dari atas motor. Sementara pria yang membawa motor terjatuh dekat polisi tidur. "Keduanya kena tembak," tutur Wahid.
Dalam jumpa pers pertama di Mabes Polri, polisi tidak menyebutkan identitas semua jenazah. Baru malam harinya polisi menyebut 3 jenazah tersangka teroris semua pria. "Laki-laki semua, tidak ada perempuan," ujar Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Edward Aritonang.
(gun/nrl)











































