"Jika seandainya Dulmatin datang ke Jakarta, tentunya 'guardian angel'-nya adalah dr Fauzi," kata pengamat terorisme Mardigu WP dalam perbincangan dengan detikcom, Rabu (10/3/2010).
Mardigu menuturkan, secara emosi, hubungan dr Fauzi dan Dulmatin lebih kuat dan lebih dekat dibandingkan hubungan Fauzi dengan Umar Patek.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Misalnya untuk memperbolehkan menginap di rumahnya sehari. Tapi saya tidak menuduh Dr Fauzi kalau dia teroris ya," jelasnya.
Kedekatan Dulmatin dan dr Fauzi tampak sewaktu kerusuhan Ambon 1999 lalu. "Di Ambon, Dulmatin berhubungan dengan dr Fauzi karena dr Fauzi penyedia obat-obatan. Waktu itu Dulmatin ada di Kebon Cengkeh (Ambon)," tuturnya.
Keterangan resmi yang dilansir polisi menyebutkan, tersangka teroris yang tewas di Multiplus berinisial YI. Sebuah sumber menyebut YI adalah Yahya Ibrahim. Banyak yang menyatakan bahwa YI adalah Dulmatin, namun ada juga yang menyebut Umar Patek. Malam harinya, beredar foto YI. Wajahnya dinilai lebih mirip dengan Dulmatin. Keberadaan dr Fauzi hingga kini masih misterius.
(amd/nrl)










































