Pantauan detikcom, Rabu (10/3/2010) pukul 08.35 WIB, ruko tersebut hanya dijaga oleh lima orang polisi setempat, tanpa senjata. Mobil patroli juga masih terparkir di depan ruko. Multiplus yang merupakan layanan bisnis terintegrasi, seperti warnet, fotokopi, dan jasa pos, tidak beroperasi.
Sementara itu, garis polisi (police line) radius 10 meter dari depan pintu gerbang Multiplus juga masih terbentang. Tiga ruko di kanan dan kiri Multiplus juga masih tutup.
Kondisi gerimis di sekitar TKP membuat warga tidak lagi berkerubung seperti kemarin. Meski demikian, petugas polisi tetap disiapkan untuk mengatur arus lalu lintas di Jl Siliwangi.
Di ruko Multiplus ini, Selasa kemarin Densus 88 menembak mati seorang tersangka terorisme berinisial YI. Beragam spekulasi muncul bahwa YI adalah Dulmatin, versi lain menyebutnya Umar Patek. Keduanya merupakan buronan teroris sejak bom Bali 2002. (lrn/nrl)











































