Jakarta - Meski mengenal dr Fauzi, Abu Jibril membantah jika dirinya mengenal Yahya Ibrahim maupun Dulmatin, orang yang disebut-sebut sebagai korban tewas dalam penggerebekan di Pamulang, Tangerang Selatan. Ia juga mengatakan jika ajarannya tidak mengajarkan menjadi teroris.
"Saya ini duduk di mesjid mengajar, tiap-tiap murid, saya tidak kenal nama dan rupa bentuknya. Islam tidak mengajarkan teroris," ujar Abu Jibril di lokasi penggerebekan, Jl Siliwangi, Pamulang, Tangerang Selatan, Selasa (9/3/2010).
Ayah terdakwa teroris Muhammad Jibril ini juga menolak jika dirinya disebut-sebut memiliki keterkaitan dengan jaringan teroris. "Saya tidak tahu apa-apa tentang teroris," tambahnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Densus 88 Antiteror Mabes Polri menggerebek warnet Multiplus di Pamulang dan rumah di Gang Asem, Jl Setiabudi milik dr Fauzi. 3 Orang tewas ditembak karena melawan dan hendak melarikan diri saat ditangkap. Polisi menyatakan orang yang tewas dalam penggerebekan itu adalah YI alias M, BR dan H. Dulmatin mempunyai nama alias Muktamar (M).
Fauzi merupakan murid dari Abu Jibril, dan hingga kini keberadaannya masih misterius.
(her/ape)