"Saya sudah lama sekali tak bertemu atau kontak dengannya. Yang saya tahu, dia kerap ke Jakarta, bisnis pakaian," kata sumber detikcom, Selasa (9/3/2010).
Sumber yang berinteraksi dengan Dulmatin selama di Jemaah Islamiyah ini mengaku bisa mengakses informasi dari orang-orang di lingkaran Dulmatin. Jadi meski tidak berkomunikasi, dia tahu kondisi Dulmatin dan begitu sebaliknya.
Apakah yang tewas dalam penggerebekan di Pamulang itu Dulmatin? "Saya nggak yakin. Tapi mungkin saja (benar) meski namanya beda," katanya.
Sumber yang kerap lalu lalang Jabar-Jateng ini mengungkapkan, ciri fisik Dulmatin yang paling mudah dikenali adalah alis tebal, dagu agak maju, dan tak mungkin bercambang.
"Saya bisa tahu itu Dulmatin atau bukan, hanya dengan melihat sekilas raut mukanya. Kita lihat saja nanti gambarnya (dari polisi)," ungkapnya.
Dalam penggerebekan di Ruko Multiplus Pamulang hari ini, dikabarkan, salah seorang korban tewas adalah Umar Patek alias Dulmatin. Namun pihak kepolisian belum bisa memastikan hal itu.
(try/djo)











































