Menurut Juru Bicara Kepresidenan Bidang Luar Negeri, Dino Patti Djalal, pidato yang akan disampaikan oleh SBY tersebut adalah momen yang sangat bersejarah bagi parlemen Australia. Sejak 109 tahun lalu, baru empat kepala Negara dunia yang diberi kesempatan untuk berpidato. Dan yang kelima adalah SBY.
"Ini adalah pidato yang sangat bersejarah. Dalam tradisi Australia selama 109 tahun terakhir, hanya 5 pemimpin negara yang berkesempatan memberikan pidato," kata Dino di sela-sela kunjungan SBY ke Canberra, Selasa (9/3/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dino menjelaskan, hubungan Indonesia dan Australia dalam lima tahun terakhir kian baik saja. Terutama sejak ditandatanganinya hubungan kerjasama kedua negara.
Sebelum memberikan pidato di gedung parlemen atau yang biasa disebut House of Representative Chamber, SBY terlebih dahulu melakukan pertemuan dengan Perdana Menteri Australia Kevin Rudd. Saat bertemu Rudd, SBY akan menandatangani beberapa perjanjian bilateral. Setelah itu kedua pemimpin Negara tersebut melakukan jumpa pers bersama di hadapan jurnalis Indonesia dan Australia.
(anw/ape)











































