"Saya bunuh Fahmi pada 17 Oktober 2009 lalu Pak,” kata Harun menjawab pertanyaan Kabag Psikologi Polda Kepri, AKBP Hary Prasyetia, Selasa (9/3/2010).
Harun mengaku jengkel dengan Fami yang kerap mengaku memiliki ilmu rawarontek. Orang yang memiliki ilmu tersebut konon sulit dibunuh. Sebab setiapkali mayatnya menyentuh tanah, dia akan hidup kembali.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sesampainya di semak-semak, Fahmi diminta mengendap-endap agar tidak ketahuan pasangan tersebut. Padahal, saat itu tidak ada orang selain Fahmi dan Harun di tempat itu. Saat Fahmi lengah, Harun kemudian mengayunkan martil yang dibawanya dari rumah ke kepala temannya itu.
"Dari belakang saya pukulkan martil ke kepalanya. Saya langsung lari ke rumah dan mencuci muka," kata Harun.
Tapi Harun kemudian penasaran. Dia khawatir Fahmi benar-benar bisa hidup kembali seperti pengakuannya selama ini. Harun pun kembali ke semak-semak tersebut.
"Tapi saaya lihat dia tetap tidak bergerak. Terus saja seret ke rumah dan saya masukan dalam peti. Kemudian saya belah dadanya dan makan jantungnya biar dia tidak bisa hidup kembali," kata Harun enteng.
(cha/djo)











































