Penjelasan ini disampaikan Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Edward Aritonang dalam jumpa pers di Mabes Polri, Jl. Trunojoyo, Jakarta Selatan, Selasa (9/3/2010). Menurut Edward, dalam penggerebekan di ruko Multiplus, ada seorang pria yang ditembak aparat.
Pelaku terorisme itu yang tewas itu berinisial YI alias M. "Tapi ini hanya identitas sementara," kata Edward. Polisi masih terus mematangkan identifikasi terhadap pria yang tewas ditembak itu. YI ditembak karena membawa pistol revolver dan menembakkan ke Densus.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penjelasan Edward ini meluruskan berita sebelumnya bahwa ada seorang laki-laki dan perempuan yang merupakan suami istri yang ditangkap dari Multiplus.
Edward juga menjelaskan bahwa penggerebekan di Ruko Multiplus ini dilakukan Densus sekitar pukul 11.30 WIB. Sedangkan penggerebekan teroris di sebuah rumah di gang asem di Jalan Setiabudi, Pamulang Barat, dilakukan Densus 88 sekitar pukul 12.30 WIB.
Dalam penggerebakan di gang Asem, polisi menembak dua orang. Keduanya berinisial R dan H. Keduanya ditembak saat kabur menggunakan sepeda motor.
Selain dua orang yang tertembak, ada dua orang lain yang ditangkap dari rumah yang digerebek tersebut. Keduanya berinisial DR alias AH dan SB alias I. "Keduanya masih dalam pemeriksaan hingga sekarang," terang Edward.
Sementara itu, menurut saksi mata, salah seorang yang tewas ditembak di gang Asem itu adalah perempuan dan mengenakan cadar. Sedangkan sang pria mengenakan kaos warna hitam bertubuh agak gempal.
Pada bagian akhir penjelasannya, Edward mengatakan saat ini Polri masih melakukan identifikasi dan pencocokan. "Karena itu, saya harap masyarakat memahami upaya yang dilakukan Polri. Mungkin ini mengganggu ketenangan masyarakat, tapi apa yang kami lakukan ini semuanya untuk jaminan terhadap keamanan masyarakat," ujar dia.
(asy/nrl)











































