"Kemungkinan, saya sudah pasti itu Dulmatin. 75 persen Dulmatin," ujar Mardigu kepada detikcom, Selasa (9/3/2010).
Menurut Mardigu, Dulmatin memiliki tiga keahlian khusus. Oleh karena itu Dulmatin berani mengirim orang ke Aceh untuk berlatih terorisme.
"Keahlian Dulmatin itu jungle war seperti di Mindano. Dia bisa pola sniper seperti di Mumbai, dan dia bisa bombing seperti Dr Azhari," ungkap dia.
Sebelumnya, Kadensus 88 Brigjen Pol Tito Karnavian menyebutkan bahwa kelompok terorisme di Ruko Multiplus Pamulang adalah pemain lama. "Itu nama besar," kata Tito.
Namun siapa identitas orang yang tewas tersebut, polisi hingga kini belum memberi keterangan.
(nik/iy)
