"Bisa jadi Dulmatin. Kelihatan dari cara mereka (Densus 88) menghadapi penggerebekan itu katanya ada satu pimpinan tewas. Tapi mereka akan pastikan dulu," ujar Al-Chaidar kepada detikcom, Selasa (9/3/2010).
Menurut Al-Chaidar, Dulmatin dikabarkan tinggal di daerah Pamulang. Kabar itu setelah pada akhir 2009, jajaran teroris disuruh pulang ke Indonesia. "Memang Dulmatin di daerah Pamulang lama sekali," imbuh dia.
Densus 88, lanjut Al-Chaidar juga mengatakan teroris di Pamulang itu akan mengepung Jakarta setelah kasus Century.
"Ini waspada tinggi. Mereka (teroris) siap-siap mengepung Jakarta dengan memanfaatkan momen Century untuk revolusi," jelas Al-Chaidar.
Sebelumnya, Kadensus 88 Brigjen Pol Tito Karnavian menyebutkan bahwa kelompok terorisme di Ruko Multiplus Pamulang adalah pemain lama. "Itu nama besar," kata Tito.
(nik/iy)











































