"Saya meminta semua pihak yang terkait untuk menerapkan ketenangan maksimum," kata Ban seperti dilansir kantor berita AFP, Selasa (9/3/2010).
"Para pemimpin politik dan agama Nigeria harus bekerja sama untuk mengatasi penyebab dan mencapai solusi permanen atas krisis di Jos ini," tandas pemimpin badan dunia itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pemakaman terhadap korban akibat kerusuhan yang berlangsung selama tiga jam ini mulai dilaksanakan. Sebagian besar korban berasal dari tiga desa yang umumnya bermayoritas penduduk beragama Kristen, di wilayah Jos.
Warga setempat menuduh jika sekelompok orang dari etnis Fulani yang beragama Islam, berada di balik kerusuhan tersebut. Pasukan keamanan Nigeria telah menahan 95 tersangka dalam kekerasan itu.
"Kami mendapati lebih dari 500 orang tewas di tiga desa dan para korban selamat sedang sibuk menguburkan mereka yang tewas," kata komisioner informasi Gregory Yenlong.
"Orang-orang diserang dengan kapak, pisau belati dan pedang pendek. Kebanyakan dari mereka anak-anak, orang lanjut usia dan wanita-wanita hamil," tuturnya.
Sekitar 200 orang sedang dirawat di rumah sakit akibat kejadian itu. Menurut para pengamat, serangan kali ini diduga memiliki kaitan dengan kerusuhan bersentimen agama antara warga Muslim dan Kristen Nigeria Januari lalu. Pada kerusuhan tersebut lebih dari 200 warga dilaporkan tewas sementara ribuan lainnya kehilangan tempat tinggal.
(ita/iy)











































