Bentrok berawal dari kedatangan belasan penggurus cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Makassar ke kampus Unismuh di Jl Sultan Alauddin pada pukul 10.30 Wita, Selasa (9/3/2010). Pengurus IMM itu datang untuk memprotes pemukulan salah seorang anggotanya oleh oknum dari FKIP Unismuh pada tanggal 20 februari lalu.
Namun tidak berselang lama para anggota IMM ini mengajukan protes, tiba-tiba seorang satpam bernama Syarifuddin memukuli salah seorang anggota IMM. Mahasiswa Unismuh yang hanya menonton pun ikut memukuli para anggota IMM.
Namun pemukulan ini sempat reda, saat para anggota IMM dibawa masuk ke rektorat kampus. Di dalam rektorat, pihak kampus berjanji akan mempertemukan pihak dekan dengan pihak pimpinan cabang IMM.
Saat para anggota IMM keluar dari dalam gedung rektorat, mereka ternyata telah ditunggui oleh puluhan mahasiswa Unismuh, sambil membawa balok. Tawuran antara kedua kelompok pun tidak terelakkan.
Saling pukul dan saling uber pun terjadi, hingga keluar kampus. Bentrok pun meluber hingga ke jalan raya. Tidak sedikit anggota IMM yang wajahnya nampak babak belur, kena bogem dan balok.
Akibatnya, jalan Sultan Alauddin, Makassar kembali dilanda kemacetan. Jalan poros yang menghubungkan antara Makassar dengan kabupaten bagian selatan di Sulsel ini pun sempat tertutup beberapa saat. "Bentrok lagi, bentrok lagi. Capek deh," keluh salah seorang pengendara jalan.
(gun/iy)











































