"Dia datang untuk bertemu Patrialis Akbar (Menteri Hukum dan HAM)," kata Staf Khusus Presiden, Andi Arief, dalam perbincangan dengan detikcom, Selasa (9/3/2010).
Andi menjelaskan, sebelumnya Usman memang akan melakukan pertemuan dengan Patrialis di kantor Kementerian Hukum dan HAM. Keduanya akan membahas gagasan mengenai penanganan korban dan keluarga korban pelanggaran HAM di Indonesia pada masa lalu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Usman akhirnya menyusul Patrialis ke Istana. Tapi sebelumnya dia menelepon saya, dan saya minta untuk menunggu di ruangan saya (staf khusus). Kita kan memang sudah berteman lama," ungkap Andi.
Usman, sambung Andi, keluar dari ruangannya setelah rapat terbatas selesai dan langsung menemui Patrialis Akbar. Keduanya berbincang-bincang di sekitar areal parkir kendaraan para menteri.
Kompensasi Korban Pelanggaran HAM
Andi mengaku tidak tahu persis materi pembicaraan Usman Hamid dan Patrialis Akbar. Namun dia menduga, keduanya berbicara soal wacana pemberian kompensasi bagi para korban dan keluarga korban pelanggaran HAM. Sebab, sebelumnya Usman memang memiliki sejumlah gagasan mengenai hal tersebut.
"Kompensasinya tidak berupa uang. Misalnya memberikan pekerjaan kepada para korban atau beasiswa pendidikan bagi anak-anak korban pelanggaran HAM. Dengan demikian ada perhatian dan kepedulian pemerintah terhadap mereka," ungkap Andi.
(djo/nrl)











































