"Jika selalu berubah (akibat gempa) maka akan mempengaruhi garis batas kabupaten dan negara. Kalau batas negara berubah, kan repot," kata Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Dr Fauzi, saat dihubungi detikcom, Selasa (9/3/2010).
Tak hanya wilayah darat, batas laut juga dimungkinkan besar akan berubah. "Kalau misalnya pantainya berubah, kan ada zona ekonomi, dan lainnya," tuturnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Maka Indonesia dan negara-negara lain harus duduk bersama dan membahas sampai mana batas negara," ucapnya.
Fauzi menambahkan, permasalahan ini memang akan memiliki banyak kelanjutan. Oleh karenanya hal itu menjadi perhatian Badan Koordinasi Survei dan Pemetaan Nasional (Bakosurtanal) yang memiliki tugas untuk membuat garis batas kabupaten dan negara.
"Itu yang menjadi perhatian," tambahnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, akibat gempa di Chili, sebuah kota bergeser 3 meter. Gempa di Aceh dan Nias juga menyebabkan sejumlah daerah bergeser hingga 5 meter.
(amd/nrl)











































