"Setelah gempa, ada permukaan kota yang turun dan naik. Di Nias itu naik," kata Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Dr Fauzi, kepada detikcom, Selasa (9/3/2010).
Seberapa jauh kota berpindah, lanjut Fauzi, tergantung kepada ukuran gempa dan kedalaman gempanya. "Kalau di Aceh, itu banyak kota yang turun sehingga banyak daerah yang kini terendam permanen. Tapi kalau di Nias, itu semakin naik ke atas," jelasnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dan setelahnya, mereka mengamati airnya nggak surut-surut. Nah ternyata bukan surut airnya, tapi pantainya naik," kata Fauzi.
Kepala Pusat Geodesi dan Geodinamika Badan Koordinasi Survei dan Pemetaan Nasional (Bakosurtanal) Cecep Surbaya menambahkan, gempa Nias juga mengakibatkan beberapa kota di dalamnya bergeser ke arah barat.
"Yang di Pulau Nias bergeser 3-3,5 meter ke barat. Kalau di pantai timur Nias itu naik beberapa centimeter," katanya.
Sementara untuk gempa Yogya (6,2 SR pada 27 Mei 2006) dan Padang (7,6 SR pada 30 September 2009), Cecep menyatakan perubahan kota tidak terlalu signifikan.
"Akibat gempa September 2009, di Padang bergeser kecil sekitar 40 cm, di Yogyakarta malah lebih relatif kecil," tambahnya.
(amd/nrl)











































