Sebagai gambaran, mantan panitia seleksi pimpinan KPK pada tahun 2007, Hikmahanto Juwono mengatakan, anggaran yang dibutuhkan oleh pansel dalam melakukan pemilihan komisioner mencapai angka miliaran. Untunglah, saat itu ia dibantu oleh organisasi dari luar negeri.
"Dulu sampai miliaran, tapi dibantu oleh UNDP sebagai bentuk kemitraan. Artinya kalau nggak ada itu minim sekali anggaran dari pemerintah," kata Hikmahanto saat berbincang dengan detikcom, Senin (8/3/2010) malam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ada masalah yang cukup pelik lainnya, yaitu memilih orang yang kredibel untuk panitia seleksi susah. Apalagi orang yang di pimpinan KPK-nya," jelasnya.
Untuk itu, ia meminta agar ada pertimbangan ulang tentang rencana pembentukan pansel. Terutama dengan permasalahan anggaran dan efektivitas kerja dari komisioner tersebut.
"Pertanyaannya apa dengan proses yang pro-kontra ini, sebanding dengan memilih satu orang dengan masa kerja tahun depan sudah selesai. Itu yang harus dipertimbangkan oleh pemrintah," tutupnya.
(mad/nvc)











































