Mei mengatakan, penyiraman terhadap dirinya dilakukan Sugiyanto pada Sabtu malam lalu du rumah mereka di Jebres, Solo. Peristiwa itu diawali dengan percekcokan yang memang akhir-akhir ini diakui Mei sering terjadi di antara mereka. Menurut Mei, dalam beberapa waktu terakhir suaminya memang berubah menjadi kasar dan sering melakukan kekerasan terhadap dirinya.
Pada hari Sabtu malam lalu, kata Mei, saat bertengkar Sugiyanto memukul mulut dan pelipis Mei dengan tangan kosong. Karena takut terus dipukuli, Mei berusaha menghindar dan lari. Selain itu Mei juga tidak ingin pertengkaran menjadi berkepanjangan karena pertengkaran itu dilakukan di depan anak-anaknya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Mei, perubahan temperamen suaminya itu diduga dipicu oleh kondisi ekonomi keluarga. Sugiyanto yang hanya bekerja serabutan, sekarang semakin sulit mendapatkan pekerjaan dari tempatnya bekerja. Sedangkan Mei sendiri hanya menjadi ibu rumah tangga biasa untuk mengurus ketiga anaknya.
Sugiyanto sendiri saat ini telah dilaporkan ke polisi oleh istrinya. Namun hingga saat ini Sugiyanto masih melarikan diri. Langkah Mei melaporkan suaminya itu karena khawatir suatu saat Sugiyanto mengulangi lagi perbuatannya, karena sebelum pergi dia masih mengancam akan terus menyiksa Mei hingga mengalami kelumpuhan.
"Karena sering bertengkat dan ringan tangan itu, sebernarnya saya pernah minta cerai secara baik-baik saja jika memang rumah tangga kami sudah tidak bisa dipertahankan. Tapi dia menolak dan terus menyiksa saya hingga akhirnya dia menyiramkan air keras itu ke muka dan badan saya itu," papar Mei.
(mbr/djo)











































