TPF HMI Temukan Indikasi Kadernya Terlibat Rekayasa Bentrokan

TPF HMI Temukan Indikasi Kadernya Terlibat Rekayasa Bentrokan

- detikNews
Senin, 08 Mar 2010 11:42 WIB
Makassar - Badan Koordinasi (Badko) Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Sulawesi Selatan dan Barat (Sulselbar) mengungkapkan sejumlah fakta mengejutkan di balik kasus rusuh Makassar. Salah satunya, seorang aktivis HMI Makassar diduga ikut merekayasa kerusuhan tersebut.

Hal ini diungkapkan Ketua Umum Badko HMI Sulselbar, Andi Henny Handayani, di sela-sela diskusi Kontras dan Komnas HAM, di hotel Quality, Jalan Somba Opu, Makassar, Senin (8/3/2010).

Andi Henny menjelaskan, pihaknya telah membentuk Tim Pencari Fakta (TPF) kasus bentrokan HMI dengan polisi dan warga yang terjadi pada 2 hingga 4 Maret lalu. TPF menemukan bukti bahwa peristiwa tersebut dipicu persoalan pribadi kader HMI bernama Ashari Setiawan alias Kama Cappi dengan anggota Densus 88.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun, sambung Andi Henny, pihaknya juga menemukan kejanggalan di balik perseteruan Kama Cappi dengan anggota Densus 88 tersebut. Sebab tak lama peristiwa terjadi, ada saksi mata yang melihat Kamma Cappi terlihat keluar masuk Mapolwiltabes Makassar. Andy Heny menduga, Kama Cappi terlibat rekayasa bentrokan mahasiswa dengan polisi. Hal itu dilakukan untuk mengalihkan gerakan mahasiswa dalam mengawal kasus bail out Bank Century.

"Kalau benar anggota Densus 88 mencari Kama Cappi di Wisma HMI, lantas kenapa bisa Kama bebas mondar-mandir di Mapolwiltabes Makassar sejam setelah perusakan terjadi. Ada apa antara polisi dan Kama?" ujar Henny bertanya-tanya.

Henny menambahkan, TPF juga menemukan sejumlah fakta bahwa Kama Cappi mempunyai track record yang buruk sebagai kader HMI. Dia pernah terlibat beberapa kasus kriminal di Makassar.

Terkait berbagai temuan tersebut, lanjut Andi Henny, pihaknya akan merekomendasikan pemecatan terhadap Kama Cappy ke PB HMI.Β  Henny juga berharap, TPF HMI menghasilkan rekomendasi lain yang membersihkan nama organisasi.

"HMI harus memproteksi diri dari kepentingan pihak-pihak yang merusak kemurnian gerakan mahasiswa,"Β  tandas Henny.

(mna/djo)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads