Jika Balik ke Muhammadiyah, Amien Lebih Baik Duduk di Penasihat

Jika Balik ke Muhammadiyah, Amien Lebih Baik Duduk di Penasihat

- detikNews
Senin, 08 Mar 2010 10:07 WIB
Jika Balik ke Muhammadiyah, Amien Lebih Baik Duduk di Penasihat
Jakarta - Keinginan Amien Rais untuk kembali ke Muhammadiyah sungguh kuat. Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) menghargai keinginan Amien. Namun, Amien Rais sebaiknya tidak masuk dalam pengurus harian, tapi sebagai penasihat bersama Syafi'i Ma'arif.

Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah Izzul Muslimin mengaku AMM tidak bisa berbuat apa-apa terhadap keinginan Amien Rais untuk kembali ke PP Muhammadiyah, karena itu merupakan hak warga Muhammadiyah. Apalagi, nama Amien Rais juga masuk dalam daftar tokoh Muhammadiyah yang dipilih di Tanwir Muhammadiyah.

Tapi, kalau memang Amien Rais tetap mengincar posisi pengurus harian PP Muhammadiyah, tentu tidak akan elok. "Menurut AMM, posisi terbaik untuk Pak Amien adalah sebagai penasihat PP Muhammadiyah bersama Buya Syafi'i Ma'arif. Apalagi Pak Amien saat ini tidak masuk di PP, sehingga kalau kembali lagi ke Muhammadiyah, posisi penasihat sudah sangat bagus," tutur Izzul saat berbincang-bincang dengan detikcom, Senin (8/3/2010).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam Tanwir Muhammadiyah, ada 11 orang yang memilih Amien Rais sebagai tokoh Muhammadiyah yang diusulkan menjadi PP Muhammadiyah dalam Muktamar Muhammadiyah di Yogya Juli 2010 nanti. Setiap pemilik suara menuliskan 13 nama yang diusulkan. "Dari sekitar 100 peserta Tanwir, ada 11 orang yang menuliskan nama Amien Rais," ujar Izzul.

Kalau memang kembali ke Muhammadiyah, sesuai aturan Pak Amien memang harus menanggalkan jabatan di partai politik. "Saya dengar beliau sudah akan segera mundur dari Ketua MPP PAN. Kami menghargai niat Pak Amien, karena memang diusulkan. Tapi kami menilai posisi yang pas nanti buat Pak Amien adalah penasihat," jelas dia.

Posisi penasihat di PP Muhammadiyah memang tidak sekuat seperti Rois Am atau Dewan Syuro di PBNU. "Di Muhammadiyah, penasihat hanya memberikan advis dan arah kebijakan terhadap PP. Tapi, penasihat itu sangat terhormat dan sebagai tokoh yang dituakan," jelas Izzul.

Memang, posisi penasihat tidak akan ditentukan dalam Muktamar Muhammadiyah. Tapi, personel penasihat ditentukan oleh caretaker yang berjumlah 13 orang yang dipilih dalam Muktamar. "Di masa mendatang, peran penasihat bisa lebih diperkuat," jelas Izzul.

Bila Amien Rais mengincar posisi pengurus harian di PP, menurut Izzul, akan terjadi persoalan seakan-akan Muhammadiyah tidak berhasil dalam melakukan kaderisasi. Padahal, di Muhammadiyah banyak tokoh lebih muda yang siap memimpin Muhammadiyah. "Kalau memang Pak Amien ingin memimpin Muhammadiyah lagi, ibarat di tinju, turun dari kelas berat menjadi kelas ringan," kelakar aktivis Muhammadiyah sejak masih pelajar itu.

Izzul juga menilai bahwa rencana Amien masuk kembali ke pimpinan Muhammadiyah akan berdampak politis. Karena bisa saja orang akan mengaitkan masuknya Amien Rais dengan politik terkait posisi Amien Rais selama 12 tahun terakhir sebagai politisi.
(asy/nrl)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini