"Kami sedang melakukan koordinasi dengan staf bidang sistem, kita baru mau buka dokumen ekspor-impor PT Selalang Prima Internasional," kata Kepala Humas Bea dan Cukai Evy Suhartantyo kepada detikcom, Senin (8/3/2010).
Sebelumnya Misbakhun mengakui, perusahaannya mengimpor bintulu kondensat dari Grains & Industrial Products Trading Pte Ltd sebanyak 252.837 barel dengan harga US$ 88,99 per barel. Untuk mengimpor kondensat tersebut, Misbakhun membuat kesepakatan L/C dengan Bank Century US$ 22,5 juta dengan jaminan kapal tanker.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kejanggalan selanjutnya adalah barang kondensat diimpor. Apakah barang ini memang benar-benar didatangkan ke Indonesia? Saat ini masih misterius. (van/nrl)











































