Wartawan Kritis Dianiaya Preman, Kuping Nyaris Putus

Wartawan Kritis Dianiaya Preman, Kuping Nyaris Putus

- detikNews
Minggu, 07 Mar 2010 22:01 WIB
Medan - Seorang wartawan di Medan menderita luka serius dan terpaksa dirawat di rumah sakit setelah dianiaya preman. Penganiayaan yang sudah ketiga kalinya ini, diduga terkait pemberitaan mengenai premanisme.

Dede Mohan Basri Hasibuan alias Abay (27) yang bekerja untuk harian Metro 24 Jam, masih dirawat di RSU Permata Bunda, Jl Sisingamangaraja Medan, Minggu (7/3/2010) malam. Kepala dan leher korban mengalami cidera serius. Bahkan kuping sebelah kiri nyaris putus.

Menurut pengakuan korban, penganiayaaan itu terjadi pada Sabtu (7/3/2010) malam di kawasan Jl Sisingamangaraja. Saat itu korban bersama seorang rekannya sedang membeli rokok di sebuah grosir.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tiba-tiba datang dua pelaku. Salah satu pelaku menghantam kepala korban dengan botol. Lantas pecahan botol itu ditusukkan ke leher korban. Dalam keadaan terluka korban masih sempat memberikan perlawanan, namun tersangka kemudian segera melarikan diri dengan sepeda motor. Sementara korban dibawa rekannya ke rumah sakit.

Motif penganiayaan diduga berita korban soal premanisme yang terbit di korannya pada Agustus 2008. Abang kandung korban, Surya Irwandi Hasibuan mengungkapkan, tindak penganiayaan oleh pelaku, yang dikenal korban sebagai Ucok Kibo sudah yang ketiga kalinya.

”Pertama pada Agustus 2008 dan yang kedua pada Januari 2009, tapi pelaku tak kunjung ditangkap polisi” kata Surya di rumah sakit.

Kasus pertama, kata Surya, dilaporkan ke Polsekta Patumbak, kementara kasus kedua dilaporkan ke Poltabes Medan. Namun tidak ada pengusutan kasus dan pelaku tetap bebas berkeliaran.

Berkenaan dengan kasus ini, Kepala Bidang Humas Polda Sumatera Utara, Komisaris Besar Baharudin Djafar saat menjenguk korban menjelaskan, Poltabes Medan dan Polsek Medan Kota akan memburu tersangka.

”Kasus ini telah berulang. Kejadian pertama tersangkanya tidak diketahui, tapi pada kejadian kedua sudah terang benderang pelakunya,” ujar Baharudin.

(rul/lrn)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads