"Kejadian Makassar menunjukan negara telah mengadu domba, menekan anak bangsa ini. Pemerintah SBY harus bertanggung jawab," ucap salah satu orator dari FAM Trisakti, Urai Zulhedri saat memulai demonya di halaman FK UI, Jl Salemba, Jakarta, Minggu (7/3/2010).
Selama berdemo massa aksi membentangkan spanduk hitam bertuliskan "Mengecam Represivitas". Kemudian, dari halaman parkir FK UI, pendemo berjalan ke perempatan Salemba. Mereka menggelar orasi dijalur padat lalu-lintas tersebut. Untungnya, jalanan hari Minggu tengah lengang sehingga tidak menimbulkan kemacetan.
"Saya mengutuk keras keterlibatan Akbar Tandjung dalam demontrasi HMI. Dia
tidak boleh campur-campur urusan HMI. Serahkan saja ke Ketua HMI saat ini.
Yang sudah alumni tidak boleh campur. Itu namanya melanggar kode etik. Akbar
adalah agen terbaik SBY," ucap pendemo lain, Ridwan Saidi, mantan Ketua Umum HMI 1974-1976 pada demo tersebut.
Setelah puas berorasi sekitar 90 menit, massa membubarkan diri. Sebelumnya,
spanduk hitam tersebut sempat dibentangkan di pos polisi lalu lintas Salemba. Para petugas keamanan baik berseragam atau berpakaian bebas langsung ikut balik kanan.
(Ari/anw)











































