"Dia sangat heroik mengejar (teroris)," kata Kadivhumas Irjen Pol Edward Aritonang di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Sabtu (6/3/2010).
Menurut Edward, Boas tewas saat melakukan kontak senjata dengan kelompok teroris pada, Kamis (4/3/2010) malam. Namun, Boas lengah setelah berhasil menembak satu anggota kelompok teroris. Boas akhirnya tertembak dan langsung tersungkur.
"Dia kurang memperhitungkan situasi lingkungan barangkali kemudian dia kena tembak," imbuh jenderal bintang dua ini.
Jenazah Boas sempat akan dievakuasi rekan-rekannya. Namun, karena serangan kelompok teroris begitu sengit, jenazah Boas sempat tertahan di lokasi.
"Temannya berupaya mengevakuasi juga kena tembak," jelas Edward.
Akibat penggerebekan ini, 3 anggota polisi tewas. Dua orang lainnya merupakan anggota dari kesatuan Polda Aceh.
"Jumlah jadi 3, dua anggota brimob anggota NAD," pungkasnya.
Saat ini jenazah Boas telah dibawa ke Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok untuk disemayamkan. Rencananya, Boas akan dimakamkan di pemakaman polisi di Cikeas, Bogor, Minggu (7/3/2010).
Boas meninggalkan satu orang anak bernama Immanuel (6). Saat ini istrinya tengah mengandung anak keduanya berumur 2 bulan.
(ape/Rez)











































