“Peran KBRI Kairo tersebut atas permintaan Panitia Pemilu Irak di Mesir melalui Kedutaan Besar Irak di Kairo,” demikian Konselor Pensosbud Iwan Wijaya M kepada detikcom, Sabtu (6/3/2010).
Dikatakan bahwa Kedutaan Besar Irak di Kairo dan Panitia Pemilu Irak di Mesir sangat menghargai peran serta KBRI sebagai pemantau yang merefleksikan dukungan bagi proses pembangunan demokrasi di Irak.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Duta Besar RI Kairo A.M.Fachir menunjuk sebuah tim, yang dipimpin oleh Konselor Menteri Politik Burhannudin Badruzzaman, untuk melaksanakan misi pemantauan tersebut.
“Dari hasil pemantauan hari pertama, tampak antusiasme warga Irak dalam memberikan suara di kotak-kotak suara dan pemungutan suara terlihat lancar,” ujar Iwan.
Menurut Panitia Pemilu Irak di Mesir, jumlah warga Irak di Mesir yang berhak memilih berjumlah sekitar 42.000 orang dan sebagian besar berstatus pengungsi. Mereka dapat menyalurkan suara di TPS mana saja di keenam distrik tesebut dengan menunjukkan paspor dan KTP.
Pemilu luar negeri bagi warga Irak di Mesir ini ditujukan untuk memilih calon anggota parlemen dari parpol atau independen dari daerah asal warga Irak dimaksud.
(es/es)











































