"Mega merasa pernah ditikam dari belakang oleh SBY. Mau nggak SBY minta maaf kepada Mega. Kuncinya ada di Mega," kata peneliti Lembaga Survei Indonesia (LSI) Burhanudin Muhtadi di Warung Daun, Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (6/3/2010).
Menurut Muhtadi, Mega sadar betul artinya koalisi untuk kepentingan PDIP. Dengan terus menerus menjadi oposisi, PDIP sulit untuk menaikkan popularitasnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Karena itu, sambung Burhanudin, usulan koalisi antara PD dan PDIP dinilai tepat. "Oposisi tidak ada insentif finansialnya. Selama ini ATM-nya PDIP kan Taufiq Kiemas, tentunya dia yang sangat merasakan," kata Burhanudin.
Sebelumnya Ketua Dewan Pertimbangan Pusat (Deperpu) PDIP, Taufiq Kiemas, menawari PD untuk menggandeng PDIP. Menurutnya, koalisi PD saat ini terlalu lemah dan sudah tidak mampu menopang pemerintahan.
(ken/djo)










































