Pertemuan ini juga dihadiri oleh beberapa aktivis HMI dan anggota kesatuan KAHMI Sulsel. Pertemuan yang berlangsung di Baruga Anging Mamiri di Kompleks rumah jabatan Walikota Makassar ini difasilitasi oleh Walikota Makassar Ilham Arif Siradjuddin.
Pertemuan tersebut berlangsung sejak pukul 20.00 WITA. Kapolda yang berpidato lebih dari sejam ini banyak menceritakan soal kronologis penyerangan sekretariat HMI yang diduga dilakukan oleh anak buahnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia berharap, tim pencari fakta yang melibatkan polisi, aktivis HMI dan anggota-anggota KAHMI Sulsel dapat bekerja dengan baik untuk mengungkap kebenaran. "Kami tidak akan menutup-nutupi dan kalau kami ternyata berbohong, saya rela dilaknat oleh Allah dan juga demikian bagi mahasiswa agar tidak berbohong," tegas dalam pidatonya.
Adang juga minta maaf jika di lapangan ada anggotanya yang melakukan tindak kekerasan. Sebelumnya dia sudah memberi perintah agar aparat dapat meredam emosi.
"Saya tetap bertanggung jawab terhadap situasi keamanan di Makassar. Jangan sampai bentrokan ini masuk dalam wilayah konflik elit politik. Kalau sudah masuk, itu berbahaya," tandasnya.
Sementara itu Siradjuddin meminta agar pimpinan universitas dapat mendinginkan situasi dengan mencegah mahasiswa berunjuk rasa di depan kampus. Ia menduga ada upaya dari provokator untuk memperkeruh suasana.
"Menduga adanya provokator yang mengambil keuntungan dari bentrokan ini," tandas Siradjuddin.
(mok/mok)











































