PBNU: Jangan Perhatikan Terornya, Tapi Ideologi Juga

Penggerebekan Teroris di Aceh

PBNU: Jangan Perhatikan Terornya, Tapi Ideologi Juga

- detikNews
Sabtu, 06 Mar 2010 00:35 WIB
Jakarta - Pengurus Besar Nahdatul Ulama (PBNU) menyatakan terorisme jangan hanya diperhatikan masalah teror dari perspektif pendekatan keamanan. Seharusnya, yang perlu diperhatikan dalam persoalan serius ini soal ideologi atau ajarannya juga.

"Dunia sekarang menghadapi ismenya daripada wujud terornya dan ini tidak bisa diselesaikan oleh Barat, kecuali dengan moderasi Islam," kata Ketua Umum PBNU KH Hasyim Muzadi kepada wartawan di kantornya Jl Kramat Raya, Jakarta Pusat, Jumat (5/3/2010).

Menurut Haysim, ada empat pendekatan dalam pencegahan dan mengatasi persoalan terorisme. Pertama, memahami secara tepat kondisi-kondisi yang menimbulkan penyebaran terorisme. Kedua, mencegah dan memberantas terorisme. Ketiga, membangun kapasitas negara dalam penanggulangan terorisme. Keempat, menjamin penghormatan terhadap HAM dan aturan hukum.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Banyak hal yang menyebabkan munculnya terorisme dan itu sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat yang kurang dipahami negara. Terorisme tidak selalu muncul atas dasar agama," jelasnya.

Dalam kesempatan itu, Hasyim juga mengkritisi, upaya kelompok liberal yang berusaha menumbuhkan nilai-nilai toleransi tetapi dengan mereduksi nilai-nilai di dalam agama sendiri. "Akhirnya malah timbul konflik dan kehilangan nilai luhur dari agama," paparnya.

Hasyim mengatakan, liberalisasi telah memunculkan kelompok radikal karena mereka tidak rela nilai-nilai agama diintepretasikan dengan seenaknya sendiri. "Fundamentalisme atau liberalisme tak akan efektif untuk hilangkan radikalisme," ungkapnya.

Hasyim menegaskan, terorisme bukanlah Islam dan Islam bukanlah terorisme. Namun, timbulnya terorisme di kaum Muslimin adalah kesalahpahaman terhadap hakekat dari ajaran agama itu sendiri.

"Jadi tidak melihat keutuhan Islam secara komprehensif, namun pemahaman yang sepotong-sepotong. Salah pemahaman ini kemudian berkembang menjadi penyalahgunaan agama," pungkasnya.

(zal/mok)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads