"Buat kami PDIP mengambil posisi sebagai oposisi, kami tidak akan memandang sebagai musuh yang abadi. Kita tunggu Kongres PDIP bulan April, apa garis politiknya buat pemerintahan," kata Anas.
Hal itu dikatakan Anas dalam diskusi Dialektika Demokrasi, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (5/3/2010).
Sampai saat ini, kata Anas, pihaknya belum mengetahui secara persis apakah pintu koalisi terbuka dari partai pimpinan Megawati Soekarnoputi itu. Namun yang jelas, katanya, tanda-tanda ketertarikan itu pernah muncul pada masa-masa menjelang Pilpres Juli 2009.
"Tanda-tanda itu ada sebelum Pilpres walaupun akhirnya tidak definitif," katanya.
Ketua Dewan Pertimbangan Pusat PDIP, Taufiq Kiemas, kemarin menyatakan memberikan tawaran kepada PD untuk digandeng menjalankan pemerintahan. Menurutnya, koalisi PD terlalu lemah dan sudah tidak mampu menopang pemerintahan.
"Di Indonesia tidak ada kekuatan kuat lagi, tidak ada yang menopang pemerintahan di parlemen," ujar Taufiq yang juga Ketua MPR di Gedung MPR/DPR, Jumat 5 Maret kemarin.
(lrn/yid)











































