Berdasarkan data Laporan Harta dan Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang bisa diakses di Gedung KPK, Jl HR Rasuna Said, Kuningan, Jaksel, Jumat
(5/3/2010), kenaikan signifikan terlihat dari nilai surat berharga milik mantan Gubernur BI itu.
Pada bulan April 2009 nilai surat berharga milik Boediono adalah Rp 1,2 miliar. Sementara, pada bulan September 2009 naik hingga Rp 3,7 miliar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam data tersebut, Boediono juga tercatat memiliki sejumlah tanah di Sleman, Yogyakarta. Hal itu masuk dalam data harta tak bergerak yang nilainya mencapai Rp 6,4 miliar.
Untuk harta bergerak, Boediono memiliki mobil Honda Accord tahun 2003, lalu
Honda City tahun 2000, Toyota Kijang Innova tahun 2008, dan Toyota Camry tahun 2008. Mobil terakhir baru dilaporkan Boediono pada akhir September 2009.
Jika dijumlahkan dengan kepemilikan logam mulia, barang antik dan benda bergerak lainnya, total harta tidak bergerak Boediono mencapai Rp 940 juta.
Dengan demikian, total harta Boediono naik sekitar Rp 6 miliar sejak bulan April 2009 hingga September 2009. Nilai sebelumnya pada bulan April mencapai Rp 22 miliar dan US $ 15 ribu, lalu pada bulan September mencapai Rp 28 milar dan US $ 16 ribu.
(mad/amd)










































