"Kita gelar kekuatan. Kita mengerahkan unsur-unsur kekuatan di sana dan kita siagakan," ujar Panglima Komando Armada RI Kawasan Barat, Laksamana Muda Marsetio di Lantamal III, Jl Gunung Sahari, Jakarta Pusat, Jumat (5/3/2010).
Menurut Marsetio, informasi soal ancaman yang diterima dari maritime security coast 4 hari lalu itu, kemungkinan bukan merupakan ancaman teroris. Namun aksi perompakan yang mengincar kapal-kapal niaga yang melintas Selat Malaka.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun TNI AL bersama negara-negara pantai di sekitar Selat Malaka, tetap meningkatkan kesiagaan. Apapun ancamannya.
"Kita meningkatkan kewaspadaan. Untuk sea robbery maupun sea piracy di sana, juga kita antisipasi," tegasnya.
(rdf/nrl)











































