"Plagiarisme harus diberantas habis. Karya ilmiah dibuat dengan orisinalitas bukan dengan kelicikan," kata Sekjen Ikatan Alumni ITB (IA ITB) Freddy P Zen di sela Rakernas IA ITB di Hotel Inna Garuda, Jl Malioboro, Yogyakarta, Jumat (5/3/2010).
Menurut Freddy, ITB ingin menjadi universitas kelas dunia. Oleh karena itu plagiarisme tidak boleh diberi ruang untuk tumbuh.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lanjut dia, ITB punya banyak mekanisme untuk mencegah plagiarisme. Selain pengawas ujian, para mahasiswa juga diuji betul apakah karya ilmiahnya asli atau jiplakan.
Selain itu bahaya plagiarisme juga disosialisasikan sejak dini kepada mahasiswa baru. "Ada sosialisasi untuk mahasiswa baru, plagiarisme jika dilakukan itu sangat berat risikonya," pungkas Freddy.
Isu plagiarisme kembali mencuat kembali setelah kasus dugaan penjiplakan oleh Anak Agung Banyu Perwita dari Universitas Parahyangan (Unpar). Kasus serupa diduga juga terjadi di sejumlah universitas di Yogyakarta.
(fay/nrl)











































