"Nggak ada aturan yang mengharuskan kalau partai koalisi itu tunduk dengan mitra koalisi terbesarnya, kecuali itu ada hitam di atas putihnya," kata pengamat politik Ray Rangkuti yang juga Direktur Lingkar Madani untuk Indonesia (Lima) saat dihubungi detikcom, Kamis (4/3/2010).
Ia menambahkan, sejauh ini suatu koalisi itu hanya dibangun melalui suatu komitmen bersama antar partai saja. Sehingga langkah selanjutnya, tinggal bagaimana membangun moralitas yang baik untuk menjaga keutuhan kaolisi tersebut. Tapi dengan membangun komitmen pun, itu tidak semata-mata menjamin kekuatan koalisi yang yang mereka ciptakan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Masalah koalisi dalam partai politik ini bukan masalah yang baru. Kebanyakan koalisi yang dibangun partai politik pasti sudah berbeda sejak awal. Sebenarnya tidak ada hal yang terlalu urgensi dari sebuah koalisi yang dibangun karena orang juga tidak akan terlalu menangis jika tidak ada koalisi," ujarnya.
Ia juga meyakini, meskipun koalisi sedang memburuk, SBY tidak akan melakukan langkah apapun yang akan memperlemah posisinya di pemerintahan sebagai Presiden yang memimpin bangsa ini. Karena sebenarnya dengan dukungan partai koalisi inilah posisi SBY akan ditopang berdiri kuat.
(lia/nwk)










































