"Kalau dia dibayar, kita akan usut. Apakah sengaja mengirimkan orang hamil? Karena tidak pada tempatnya orang hamil ikut unjuk rasa. Kita akan usut itu," kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Boy Rafli Amar kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jl Sudirman, Jakarta, Kamis (4/3/2010).
Dalam Undang-undang, menurut dia, ibu hamil dan anak-anak dilarang ikut demo. Boy menduga kehadiran wanita hamil dan anak-anak sengaja dieksploitasi agar dibentrokkan dengan aparat kepolisian.
"Kepolisian akan mengupayakan melarang aksi unjuk rasa membawa anak-anak. Padahal, saat pemberitahuan sudah kita informasikan untuk tidak membawa anak-anak dan wanita hamil. Ini latar belakangnya apa? Kenapa dia terus yang dimajukan?" papar Boy.
Boy mengatakan, Dini belum dimintai keterangan. "Tetapi yang menghadirkan Dini yang akan dimintai keterangan," kata Boy.
Dini terlihat ikut berdemo di depan gedung DPR pada Rabu 3 Maret 2010 kemarin. Dalam demo Selasa (2/3/2010) lalu, Dini yang bergabung dalam massa Benteng Demokrasi Rakyat (Bendera) juga ikut serta.
Saat itu, Dini juga pingsan akibat semprotan water cannon. Dini sempat meringis saat matanya juga terkena lemparan gas air mata.
(aan/nrl)











































