Aksi demo itu dilakukan puluhan massa anggota Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) DIY sekitar pukul 11.00 WIB, Kamis (4/3/2010). Sebelumnya massa menggelar aksi di Bundaran kampus Universitas Gadjah Mada (UGM) di Bulaksumur Yogyakarta.
Massa membawa poster, bendera organisasi dan mengenakan ikat kepala warna hijau bertuliskan 'KAMMI'. Beberapa poster di antaranya bertuliskan 'KPK usut Boediono, 'KPK Lamban', 'Opsi A pengkhianat rakyat', dan 'Copot Boediono, Pecat Sri Mulyani'.
Kedatangan para demonstran ini disambut puluhan personel polisi. Para petugas membuat pagar betis sehingga mahasiswa tidak bisa mendekati rumah Boediono.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Para pengunjukrasa akhirnya pasrah. Mereka terpaksa menggelar aksi di pinggir Jalan Gondang Raya, sekitar 20-an meter dari rumah Boediono. Aksi ini menarik perhatian warga setempat dan pengguna jalan lainnya yang melintas di jalan tersebut.
Lucunya, meski aksi dilakukan di sebelah rumah Boediono itu, beberapa demonstran tidak tahu letak rumah pribadi. "Mana sih rumahnya," kata salah seorang peserta aksi bertanya kepada temannya. Temannya kemudian menunjukkan rumah tembok berpagar putih yang dijaga aparat berpakaian preman itu.
"Tak kira yang ini," katanya sambil menunjuk rumah di sebelah timur yang digunakan untuk sebuah bistro.
Dua perwakilan mahasiswa sempat diizinkan memasang spanduk di pagar rumah Boediono. Namun hanya beberapa saat terpasang, spanduk itu langsung dicopot polisi.
(/djo)










































