"Tidak bijaksana untuk menyudutkan Iran," kata Silva. "Hal yang bijaksana adalah melakukan negosiasi," imbuh pemimpin Brasil itu seperti dilansir kantor berita AFP, Kamis (4/3/2010).
Brasil saat ini masuk dalam keanggotaan tidak tetap Dewan Keamanan PBB. Uni Eropa dan AS kian gencar mendesak DK PBB untuk menetapkan sanksi-sanksi baru yang lebih berat terhadap Iran.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pintu masih terbuka untuk negosiasi. Kami tak pernah menutupnya," kata Hillary. "Namun kami tak melihat siapapun, bahkan dari jarak jauh yang berjalan mendekati pintu itu," tutur istri mantan presiden AS Bill Clinton itu.
Menlu Brasil Celso Amorim menyampaikan pesan senada dengan Silva. "Kami tidak akan begitu saja tunduk pada konsensus yang berkembang jika kami tidak setuju," cetus Amorim. "Kami harus berpikir sendiri dan dengan nilai-nilai dan prinsip kami," tandasnya.
Pemerintah AS dan Uni Eropa telah lama mencurigai Iran diam-diam berupaya mengembangkan senjata atom lewat program nuklir yang dijalankannya. Namun pemerintah Teheran bersikeras bahwa program nuklirnya semata-mata untuk tujuan damai, yakni sebagai pembangkit energi.
(ita/iy)











































