"Kami meminta sebuah sikap gentlemen, sebuah penyikapan yang tegas, sebuah penyikapan yang gentlemen dan negarawan kepada para pihak khususnya, saudara Boediono dan Sri Mulyani Indrawati untuk mempertimbangkan apa yang dihasilkan paripurna hari ini," kata anggota Tim 9 Akbar Faizal di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (4/3/2010) dini hari.
"Untuk barangkali menonaktifkan diri dulu supaya tidak menganggu proses pemeriksaan yang dilakukan lembaga penegak hukum," imbuhnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bagaimana jika lembaga penegak hukum tidak menemukan bukti-bukti? Saya katakan kita lihat, cuma barangkali tidak ada peluang untuk itu," ujarnya.
(anw/ddt)











































