Paripurna Voting Century Ditutup dengan Lagu Indonesia Raya

Paripurna Voting Century Ditutup dengan Lagu Indonesia Raya

- detikNews
Rabu, 03 Mar 2010 23:33 WIB
Paripurna Voting Century Ditutup dengan Lagu Indonesia Raya
Jakarta - Tepat pukul 23.30 WIB, rapat paripurna pengambilan keputusan akhir Pansus Century resmi ditutup. Lagu Indonesia Raya menjadi dikumandangkan sebagai penutup sidang.

Ide menyanyikan lagu Indonesia Raya datang dari Ketua Fraksi PKS Mustafa Kamal. Dalam interupsinya, dia mengusulkan agar rapat paripurna malam ini ditutup dengan menyanyikan bersama-sama lagu Indonesia Raya.

Atas usulan ini, Ketua DPR Marzuki Alie yang menjadi pemimpin sidang menerima usulan itu, meski sebenarnya tidak ada aturan dalam tatib. "Saya kira usul ini baik, meski tidak ada aturannya. Mari bersama kita berdiri menyanyikan lagu Indonesia Raya," kata Marzuki menjelang akhir sidang paripurna di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (3/3/2010).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Serempak seluruh anggota DPR berdiri dan menyanyikan lagu Indonesia Raya.

Sempat ada anggota DPR yang menyeletuk agar sebaiknya menyanyikan lagu Padamu Negeri. "Sesuai protap, kita menyanyikan Padamu Negeri," kata anggota DPR itu. Meski pimpinan sidang meminta anggota DPR menyanyikan Indonesia Raya, namun salah seorang anggota DPR mendahului menyanyikan 'Padamu Negeri' yang membuat para anggota DPR lainnya tertawa.

Kemenangan Rakyat Indonesia


Sebelum menutup sidang paripurna, Marzuki Alie menyampaikan terima kasih kepada Pansus Century atas kinerjanya selama ini. "Saya menyampaikan penghargaan kepada Pansus yang telah bekerja siang malam, kadang sampai pukul 01.00 atau sampai pukul 02.00 WIB," kata Marzuki.

Voting final yang dimenangkan oleh pemilih opsi C, menurut Marzuki, merupakan kemenangan rakyat Indonesia. "Ini adalah kemenangan rakyat Indonesia," kata Marzuki Alie.

Dengan terpilihnya opsi C, DPR menyatakan bahwa penyelamatan Bank Century dengan pemberian FPJP dan PMS bermasalah atau ada penyimpangan.


Berikut perolehan suara selengkapnya yang dilakukan melalui voting terbuka:
Opsi A (Bailout (FPJP dan PMS) tidak bersalah)

Partai Demokrat: 148
Partai Golkar: 0
PDIP= 0
PKS = 0
PAN = 39
PPP= 0
PKB= 25
Gerindra: 0
Hanura: 0

Total: 212 suara


Opsi C (Bailout (FPJP dan PMS) bermasalah)


Partai Demokrat: 0
Partai Golkar: 104
PDIP= 90
PKS = 56
PAN = 0
PPP= 32
PKB= 1
Gerindra: 25
Hanura: 17

Total: 325 suara
(Rez/asy)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini