"Masalah perkembangan di Aceh terkait dengan pelaku kriminal, TNI hanya mengikuti perkembangan," kata Kepala Pusat Penerangan Mabes TNI Marsekal Muda Sagom Tamboen, seusai serah terima Komandan Sekolah Komando TNI dari Marsekal Muda Edy Harjoko kepada Laksamana Madya Moeklas Sidik, di Sesko TNI, Jalan Martanegara, Bandung, Rabu (3/3/2010).
Ia menuturkan, sesuai dengan tugas dan tanggung jawab TNI di bidang pertahanan negara pihaknya menyerahkan hal itu kepada Polri. "Sesuai tugas dan fungsi Polri lah yang berwenang. Apabila dalam perkembangan yang kita ikuti ada terkait tugas pokok TNI baru terjun ke lapangan," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Begitu nanti eskalasinya sudah sampai kepada hal-hal yang menjadi tanggung jawab TNI, maka ya harus turun tangan," terang jenderal bintang dua ini.
Pihaknya juga menolak jika ketiga belas orang yang ditangkap tersebut masuk dalam gerakan saparatis (kelompok bersenjata). "Kita tidak bisa membuat suatu asumsi oh ini sudah masuk ke wilayah ini, ini ke wilayah ini," tutur Sagom.
Datasemen Khusus 88 Mabes Polri menggerebek tempat latihan di Aceh Besar yang diduga menjadi sarang pelatihan teroris.
(ahy/gah)











































