"Niatnya hanya iseng saja," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Boy Raffi Amar di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (3/3/2010).
Menurut Boy, usai terjadi peristiwa tersebut anggota polisi langsung memberhentikan bus yang ditumpangi para suporter tersebut. Enam orang yang berada di atap bus pun akhirnya diperiksa secara intensif.
"Ada enam remaja yang di atap metro mini yang diduga melakukan pelemparan. Di dalamn bus terdapat ketapel dan kelereng yang diduga dipakai untuk melempar rombongan presiden," terang Boy.
Karena para pelaku masih di bawah umur, nampaknya polisi tidak akan melakukan penahanan. "Kemungkinan besar tidak ditahan karena umur mereka antara 16-17 tahun. Anaknya iseng saja, nanti kita evaluasi," tambah Boy.
(ddt/lh)











































